Anggapan bahwa HUT kemerdekaan iebih meriah diperingati di
lingkup masyarakat ber-sahaja, tidak selamanya benar. Di Kota
Modern, ternyata beriangsung penuh hikmat namun meriah.
HUT RI ke-64 yang barn lalu tidak saja sebagai sarana hiburan
tetapi juga sebagai pembuktian bahwa Kota Modern itu hidup.
Pengembang sebagai pengelola kawasan berbaur dengan masyarakat
pemukim ditambah juga masyarakat sekitar Kota Modern yang
ikut ambit bagian,bersama menikmati acara demi acara yang
tersaji, seperti tarik tambang, gerak jalan, lalu bagi-bagi
hadiah.
Tidak terlalu istimewa, tetapi ada yang penting dibalik itu,
yaitu kekerabatan terjalin dengan balk di kawasan ini. Lingkungan
boleh eksklusif, tetapi dalam bertetangga tidak perlulah sikap
eksklusif, agar hidup menjadi harmonis.
Harmonisasi harus terus dihidupkan dan dipupuk agar tercapai
ukhuwah antar warga, seperti yang ada pada masyarakat sederhana
terutama di perkampungan, hidup bertetangga balk terus dirawat
dengan saling tegur saga dan bercengkrama satu sama lain.
Kebiasaan seperti ini sebetulnya warisan para pendahulu, namun
terus tergerus oleh kesibukan kerja dan beratnya kemacetan
di jalan raga, ditambah juga dengan padatnya sarana hiburan
di rumah masing-masing, sehingga membentuk gaga hidup individualistic.
Masyarakat seolah-olah sudah tidak saling memiliki kebergantungan
satu dengan lainnya.
Kesibukan kerja sebagai akibat ditetapkannya target-target
perusahaan maupun pabrik-pabrik secara ketat, telah terstruktur
secara vertikal. Berangkat pagi, pulang malam telah menjadi
kebiasaan. Di hari libur, acara keluarga masingmasing telah
tersusun dan bersifat sangat privacy.
Demikian pula lingkungan kerja serba lengkap. Segala fasilitas,
terutama hiburan, telah membuat para pekerja betah di kantor.
Hampir tidak ada agenda yang disusun dengan hikmat untuk kumpul
dengan tetangga sambil berseloroh, apalagi tukar ilmu, saling
belajar, tanpa debat ataupun ngrumpi
Ada yang salah, ada yang mesti diperbaiki, yaitu menghidupkan
suasana bertetangga seperti yang dilakukan para pendahulu,
ketika semua lingkungan mash berwujud perkampungan.